Dan pada malam itu, aku sudah berhenti menangis. Seakan-akan air mataku sudah habis dan tidak mampu menetes lagi. Mungkin sudah terkuras pada pagi harinya. Tapi hati ini terus menangis. Aku capek. Sudah capek menangis. Walapun sakit hatiku belum berkurang sedikitpun. Seharian belum makan. Masih belum keluar kamar. Masih saja mengurung diri di kamar, masih butuh waktu buat sendiri, menenangkan pikiran dan hati. Dan aku tidak peduli lagi dengan rasa lapar. BINGO ! aku juga belum mandi sejak pagi harinya haha. Aku menatap wajahku di kaca. Kusut. Dan sangat menyedihkan. Hanya dalam satu hari dia mampu membuat wajahku terlihat lebih jelek dengan mata bengkak kemerah-merahan karna dari tadi pagi aku tidak bisa menghentikan air mataku yang jatuh dengan sendirinya tanpa aku suruh.
Aku melihat jam dinding kamarku. Kenapa begitu lambat dari yang biasanya ? seandainya waktu bisa diputar kembali. Dan pasti tidak ada penyesalan kan? dan betapa bodohnya aku yang baru sadar kalau aku sangat membutuhkannya. Dan sadarnya itu setelah dia pergi. Aku masih termenung.
Untung ada elsita octarina yang mau ndengerin ceritaku. Kita ym an kan waktu itu ? lucu ya, aku cerita, ngetik kibord di lebtob dan sambil nangis gak karu-karuan sampe netes-netes di kibordnya.
Mestinya kita webcaman terus aku kayak marshanda nyanyi-nyanyi di webcam sambil nangis. Pasti kamu nggak bakal ikut sedih. Pasti kamu langsung ngakak-ngakak ngeliat aku di webcam. Haaaaaaaaaaaaaaaaa -,-aku masih sayang dia, ini soal hati. Dia yang hingga detik ini masih ada di hatiku. Dan terlalu berharga untuk terlupakan begitu saja. Aku berusaha menghapus air mataku dengan kedua telapak tanganku. Mengucek-ngucek mataku yang bengkak. Sambil menguap. Ada yang membuka pintu,
“kak, ayo makan . kamu dari tadi belum makan.” Emezzzzzz nyuruh makan.
“nanti.”
“kamu kenapa ?”
“aku kangen papa. keluaro ta ma” aku gak mau mama tau kalo aku nangis cuman gara-gara masalah ini zzzz kan malu. :> :D :* :( :’(
Rasanya hampa semenjak tidak ada papa. tapi saat ada dia, rasa sakit ditinggal papa sudah mulai terobati, dia begitu menghiburku dan aku sayang dia, aku ingin selalu di dekat dia. (jancok nggombaaal cok hhhhh tapi iki temenan lho cok :3 ).
Aku mulai merapuh. Aku sangat menyayanginya. Berusaha untuk memberikan sepenuh hatiku untuknya. Dan selalu berdoa semoga aku juga selalu ada dihatinya. Ya. Mungkin aku yang salah. Tapi kenapa dia tidak mau mendengarkan penjelasanku dulu ? kenapa dia tidak mau memberiku kesempatan kedua seperti aku memberikan dia kesempatan saat dia melakukan kesalahan sama aku ? heeeyyyyy sakit

Aku percaya semua kata-katamu. Aku percaya waktu kamu bilang kamu sayang aku. Aku percaya kamu bilang kamu gak bakal pacaran dulu kalo kamu putus sama aku. Dan waktu aku bilang
“jangan tinggalin aku”
“suatu saat aku pasti bakal ninggal kamu.” Jawabannya sangat jahat sekali menurutku.
“lhooo jahat.” Aku sedih kamu bilang gitu. Aku kira kamu bakal bilang ‘aku gak bakal ninggalin kamu’. Tapi dugaanku salah.
“jahat apa se? Lak bener to? Gak mungkin aku bisa hidup terus buat nemenin kamu.” Jawabnya enteng.
“jangan ngomong gituuu taaaaaa.”

Aku menangkap inti dari jawabannya itu.
Dia tidak akan meninggalkanku sampe dia meninggal kan ? dan aku percaya. Dia bukan tipe laki-laki yang suka mengobral kata ‘suka’, ‘sayang’ dan ‘cinta’. Aku percaya dia tipe laki-laki yang bertanggung jawab atas semua perkataannya dan janji-janjinya.
Aku mencoba percaya. Tidak pernah ada laki-laki dimasa laluku yang mengatakan ‘Alhamdulillah’ ketika aku bilang ‘iya. Aku mau jadi pacarmu’. Biasanya cuman ‘makasih ya’. Dan apalagi aku perempuan pertamanya.

Tapi sekarang ? apa aku bener-bener sudah keterlaluan sampe kamu ninggal aku ? apa emang semua kata-katamu itu cuman bullshit ? sudah satu tahun lebih :( tidak ada laki-laki selucu kamu buat aku. Tidak ada laki-laki seautis kamu. Tidak ada laki-laki yang sesetia kamu. Mestinya aku tidak menerimanya buat buktiin kalo aku masih sayang sama kamu. Tapi dia yang saat itu ada buat aku, mengerti aku, selalu memperhatikanku, mendengarkan semua keluhanku tentang kamu, saat itu aku ngerasa dekat dengan dia saat kamu sudah tidak peduli lagi sama aku.Tapi semuanya sudah terlanjur mungkin itu salah satunya jalan buat ngelupain kamu. Tapi tetep tidak bisa. habis aku putus lagi, larinya keinget lagi sama kamu. Pinter ya kamu buat aku bener-bener kehilangan kamu.
Aku minta maaf kalo aku pernah ada salah sama kamu. Atau emang sering nyakitin perasaanmu. Tapi plssss jangan bilang kalau aku nerima kamu cuman karna pelampiasan. Karna aku tidak bisa ndapetin temenmu lalu aku jadi nerima kamu. Salah. Kalaupun kamu berfikir seperti itu, berarti kamu belum sepenuhnya kenal aku. Aku gak bakal setega itu sama kamu. Mama nanyain kamu. Kenapa kok jarang kerumah lagi ? adikku juga tanyak. Aku nggak mau bilang kalau kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Aku cuman diam. Kalau nggak gitu aku marah-marah dan bilang ke mereka “jangan menggoda”.
Mataku menerawang ke atap dan otakku memutar kembali memori-memori mulai dari belum jadian sampe sekarang. Aku yang pertama belum ada rasa sama kamu, aku yang masih suka sama temanmu, aku yang nolak permintaanmu buat jadi girl friendmu cuman alasannya aku masih suka temanmu, lalu dengan kesabaranmu, dan ternyata kamu masih nunggu aku, masih sayang aku, aku jadi luluh. Kamu sudah buat aku sayang sama kamu dan melupakan temanmu itu. kamu ngajak aku nonton, dan berakhir kita ketemu temen-temen kita yang lagi triple date hahahaha terus kamu nganterin aku pulang. Terus malemnya kita jadian :) you never know what i feel in that night. im so lucky to have you. Tapi pada hari ini, tepatnya pagi ini. Kamu menghancurkan semuanya. Menyakitkan. Tega.
Mataku sudah tidak kuat lagi. Aku sesenggukan karna tangisanku menjadi-jadi. Setelah kita jadian, itu masih liburan waktu penerimaan SMA. Jadi hampir setiap hari kita telfon-telfonan dari jam 12 malem sampe jam 5 pagi. tapi ya gitu setiap beberapa menit mati. Huehehe kan waktu itu cuman 40 rupiah ya ? lupa aku. Terus kita jujur-jujuran. Aku jujur kalo aku nolak dia gara-gara suka teman sekelasnya.
“jadi ? kamu suka ‘kadal’ (bukan nama sebenarnya)? Tanyanya shock.
“hehe iyaaa tapi sekarang udah gak suka kok. Beneran deh.”

“padahal dulu aku minta bantunya ke ‘kadal’ buat deketin aku sama kamu. Soalnya aku tau dia deket sama kamu. Eh ternyata kamu sama dia saling suka. Ya maaf aku gak tau.”
“lhooooooooooo dia lho gak suka aku. Huhu”
“ya tapi udah nyatain perasaannya masing-masing kan ? tapi aku bingung. Sebenernya dia beneran suka kamu atau suka si bekicot (bukan nama sebenarnya) itu se?”
“ya gak tau. Makannya itu. dia gak pernah beneran suka sama aku.”
“aku masih inget waktu di wastafelnya kamar mandi kamu nangis. Gara-gara kamu kangen papamu.”
“wehehehe jangan di inget-inget ta aku malu lhoooo hahahah itu kan kamu lagi sama ‘kadal’ ya kaaaan?”
“iya aku sama kadal. Tapi yang bisa bikin kamu ketawa lagi cuman kadal.”
“wooooooo jangan gitu taaaaa. Kan waktu itu kita belum kenal bangeeet.”
“hahaha iyaiya. Tapi waktu itu kamu masih suka sama kadal kan ?”
“hahahaha iyaaa.”
Aku capek, badanku lemas. Aku tersenyum pasrah dengan hari ini. Aku pengen ketemu sahabat-sahabatku. Aku butuh mereka buat ngelaluin semua ini. Karna sudah tidak ada papa yang biasanya menjadi kekuatanku saat aku sedih. Tenangkanlah aku Ya Allah. aku tertidur pulas. Video di otakku tentang memori-memori kita serasa di pause sejenak.
Berharap tidak akan pernah ada hari ini. Barharap besok aku lupa kalau kamu pernah ada. tapi bodohnya aku sampai sekarang masih ingat dan masih ada rasa ingin kembali seperti dulu. eh enggak ding. Tidak akan pernah ada kata kembali. Aku masih ingat kata-katamu. “maaf. Aku gak bisa sama kamu lagi re.” Kamu tau ? kata-kata itu yang selalu terngiang waktu aku punya pikiran “aku pingin balikan”. Jadi yaaaa aku tau diri lahhh :( terimakasih. Kamu yang pertama memulainya dan yang terakhir mengakhirinya.
“dan aku tidak akan mungkin bisa melupakanmu walaupun aku bersama orang lain. Seandainya kesempatan itu ada buat aku.”

HD :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar